Berita – Pada Rabu pagi, 3 April 2025, sebuah insiden mengejutkan terjadi di Tulungagung, Jawa Timur. Sebuah petasan balon udara yang terbang tinggi tiba-tiba jatuh dan meledak, menyebabkan kerusakan signifikan pada sebuah rumah dan mobil, serta melukai seorang pemudik. Kejadian ini menyoroti potensi bahaya dari penggunaan petasan balon udara, terutama di kalangan anak-anak.
Kronologi Kejadian
Menurut saksi mata, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 06:15 WIB. Petasan balon udara yang membawa sekumpulan petasan jatuh menimpa rumah milik Harmudi di Dusun Bancang, Desa Gandong. Mujadi, salah satu pemudik di rumah tersebut, menceritakan bahwa balon udara itu awalnya terbang dengan baik sebelum akhirnya jatuh dan meledak.
“Mula-mula ada tiga ledakan kecil, tetapi dua di antaranya sangat besar,” ungkap Mujadi. Ledakan tersebut tidak hanya menimbulkan ketakutan, tetapi juga mengeluarkan asap tebal yang memenuhi area sekitar.
Dampak Insiden
Setelah ledakan pertama, Mujadi melihat petasan besar yang jatuh bersamaan dengan balon udara. Saat mencoba memindahkan petasan itu, ledakan kedua terjadi, menghancurkan kaca jendela rumah dan merusak mobil Daihatsu Xenia miliknya. Mujadi sendiri mengalami luka akibat lontaran batu kecil yang berasal dari ledakan tersebut, mengakibatkan cedera di tangan, wajah, dan kaki.
“Kami semua sangat ketakutan. Tidak ada yang menyangka bahwa petasan ini akan jatuh dan meledak,” tambahnya. Kerusakan yang ditimbulkan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Penyebab dan Asal Usul Petasan
Kapolsek Bandung, AKP Anwari, menyebutkan bahwa petasan balon udara tersebut diduga berasal dari kawasan Trenggalek. Menurutnya, petasan tersebut kemungkinan dinaikkan oleh anak-anak yang bermain di momen libur Lebaran. Saksi di lokasi kejadian menyebutkan bahwa balon tersebut terbang dari arah Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Trenggalek, yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.
“Ini adalah peringatan bagi orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka, terutama saat menggunakan barang-barang berbahaya seperti petasan,” tegas Anwari.
Tanggapan Masyarakat
Insiden ini telah menarik perhatian masyarakat, terutama terkait penggunaan petasan balon udara yang sering dimainkan oleh anak-anak. Banyak warga yang merasa khawatir akan keselamatan anak-anak mereka dan mendesak agar ada tindakan tegas terhadap penggunaan petasan yang berbahaya.
“Petasan seharusnya tidak dimainkan di area pemukiman. Ini bisa sangat berbahaya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya
Kejadian petasan balon udara meledak di Tulungagung merupakan pengingat akan pentingnya keselamatan dan pengawasan, terutama saat anak-anak bermain dengan barang-barang yang berpotensi membahayakan. Diperlukan langkah-langkah strategis untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan. Masyarakat dan pihak berwenang harus bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya petasan dan menjaga keselamatan lingkungan.
Penutup
Semoga insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan penting bagi kita untuk saling menjaga agar lingkungan kita aman, terutama bagi anak-anak yang merupakan masa depan bangsa.