PERISTIWA

10 Korban Tewas Akibat Longsor di Mojokerto – Kemensos Berikan Santunan

10 Korban Tewas Akibat Longsor di Mojokerto - Kemensos Berikan Santunan
10 Korban Tewas Akibat Longsor di Mojokerto - Kemensos Berikan Santunan

Berita Pristiwa – Bencana alam selalu membawa dampak yang mendalam, tidak hanya pada lingkungan tetapi juga pada kehidupan manusia. Pada tanggal 5 April 2025, longsor yang terjadi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, merenggut nyawa sepuluh orang. Kejadian ini menggugah perhatian banyak pihak, termasuk pemerintah, yang segera memberikan bantuan kepada para korban dan keluarganya.

Kronologi Kejadian

Longsor menimpa akses Jalan Mojokerto-Kota Batu, menghantam dua mobil dan satu sepeda motor. Kejadian ini terjadi pada saat cuaca tidak menentu, yang diduga menjadi salah satu faktor penyebab longsor. Tim SAR bersama dengan Dinas Sosial dan relawan bergegas melakukan evakuasi dan mencari korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Korban Longsor

Data korban yang berhasil dikumpulkan menunjukkan bahwa sepuluh orang yang meninggal dunia berasal dari dua desa berbeda di Kabupaten Sidoarjo dan Mojokerto. Berikut adalah daftar korban:

  1. Masjid Zatmo Setio (31), sopir Innova, warga Desa Kloposepuluh, Sidoarjo.
  2. Rani Anggraeni (28), warga Desa Kloposepuluh, Sidoarjo.
  3. Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6), warga Desa Kloposepuluh, Sidoarjo.
  4. Putri Qiana Ramadhani (2), warga Desa Kloposepuluh, Sidoarjo.
  5. H Wahyudi (71), warga Desa Kloposepuluh, Sidoarjo.
  6. Hj Jainah (61), warga Desa Kloposepuluh, Sidoarjo.
  7. Saudah (70), warga Desa Suruh, Sidoarjo.
  8. Fitria Handayani (27), warga Dusun Urung-Urung, Mojokerto.
  9. Ahmad Fiki Muzaki (28), warga Dusun Urung-Urung, Mojokerto.
  10. Mikaila FZ (3,5), warga Dusun Urung-Urung, Mojokerto.

Tanggapan Pemerintah

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memberikan pernyataan terkait penanganan bencana ini. Ia mengungkapkan bahwa Tagana Mojokerto bersama tim SAR telah berupaya maksimal dalam proses evakuasi. Selain itu, dapur umum didirikan untuk menyediakan makanan bagi relawan dan petugas yang terlibat dalam pencarian korban.

“Tagana Mojokerto beserta unsur lainnya telah mendirikan dapur umum di lokasi untuk memenuhi kebutuhan permakanan relawan yang mencari para korban,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya.

Distribusi Bantuan

Setelah semua korban berhasil dievakuasi, Kemensos berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyalurkan bantuan kepada ahli waris. Bantuan makanan juga telah didistribusikan dengan kapasitas memasak dapur umum mencapai 500 porsi. Ini menjadi langkah awal untuk meringankan beban keluarga korban, terutama dalam situasi yang sulit ini.

Dampak Sosial dan Lingkungan

Bencana longsor ini tidak hanya mengakibatkan kehilangan nyawa tetapi juga menciptakan dampak sosial yang mendalam bagi masyarakat setempat. Keluarga yang kehilangan anggota mereka akan mengalami trauma emosional yang berkepanjangan. Selain itu, longsor juga berpotensi merusak infrastruktur dan ekosistem di sekitar lokasi kejadian.

Upaya Mitigasi dan Pencegahan

Bencana seperti ini menegaskan pentingnya upaya mitigasi dan pencegahan bencana. Pemerintah daerah perlu memperkuat sistem peringatan dini dan melakukan pembangunan infrastruktur yang lebih tahan terhadap bencana. Edukasi kepada masyarakat mengenai tanda-tanda bencana alam juga sangat penting untuk meminimalisir risiko di masa depan.

Tragedi longsor di Mojokerto adalah pengingat pahit akan kekuatan alam dan pentingnya persiapan dalam menghadapi bencana. Pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama untuk membangun sistem yang lebih baik dalam mitigasi bencana. Semoga bantuan dan dukungan kepada keluarga korban dapat meringankan beban mereka di masa yang sulit ini.

Exit mobile version